lama gak posting,..ternyata belum mati
Ada sebagian dari kita yang selalu memandang hidup bagai mengalir di sungai. “Mengalir aja, nggak usah dipikirin..”
Tapi, suatu hari saat saya baca berita tentang Sarah Palin yang jengkel karena tetangga barunya adalah seorang penulis yang berencana menulis keseharian dirinya dan mengganggu privasinya. Dalam komentarnya Bu Palin ini mengatakan “…hanya ikan mati yang mengalir mengikuti arus.” (… bersambung..)
Dua pelajaran dalam waktu kurang dari 24 jam:
- Kalau butuh pertolongan, minta tolonglah sama Allah. Dia maha perkasa
- Kalau butuh uang/rizki, mintalah pada Allah. Dia maha kaya
Kesalahan ini hampir bisa bikin sakit hati dan putus asa. Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’in. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
I hate school, but i love to learn..
Hari ini saya menonton streaming Metro TV yang lagi tayang KickAndy. Sembari sesekali menengok channel tivi yang lain disaat commercial break. Melompat-lompat di antara channel-channel ini memberi gambaran singkat betapa Indonesia kini menjadi wilayah budaya yang absurd. Atau mungkin telah membentuk budaya sendiri: budaya absurd. Keabsurd-an itu tampak saat kita melihat berita, iklan, sinetron secara bersamaan. Seperti menjadi dongeng.. (…masih dilanjut kapan-kapan…)
Setiap manusia mempunyai mimpi-mimpi yang terciptakan saat masih kecil hingga ajal menjemput.
Adakah kemungkinan bagi setiap orang untuk merangkai selurh mimpi-mimpi dimasa sebelumnya, menata mimpi-mimpi itu bagaikan mozaik hingga tercipta gambar besar mimpinya.
Mungkinkah dari gambar besar mimpi itu seseorang jadi lebih mudah untuk memahami sebuah pertanyaan setiap manusia yang mulai menyadaru keberadaan dirinya: untuk apakah aku diciptakan? apakah tugasku di dunia? peran apa yang harus aku geluti sebagai anggota bumi?
Mngkinkah?…
Lagi Nyoba windows live writer. Jadi kalo nulis nggak perlu lagi login ke situs. Nggak tahu, ada sarana back up tulisan nggak?. Kali aja kita perlu pindah hostingan.
Alhamdulillah…
Jauh-jauh meninggalkan tanah kelahiran, tak ada yang kucari kecuali rahmatMu. Adakalanya hamba lupa tujuan itu. Juga, adakalanya hamba bersedih dan mengeluh. Tak ada yang pantas selain permohonan ampun. Engkau maha pemberi ampun. Engkau maha bijaksana. Hamba ini fakir kepadaMu. Hamba memohon sudilah Engkau menganugerahi secuil ilmu agar jiwa ini tenang. Di esok hari, sudilah kiranya Engkau menambah lagi ilmu dan rahmat yang barokah.
Benar, hamba ini fakir kepadaMu. Apalah daya hamba, semua ini milikMu. Ampuni hamba… Astaghfirullah yaa GhafururRahiim…
Kalau saja matahari bisa bicara, aku akan bertanya kepadanya: “Bagaimana kabarmu hari ini?”
“Bagaimana kau memahami tugas yang dibebankan Tuhan kepadamu?”
“Bagaimana kau bisa ikhlas dan konsisten dengan beban tugas itu?”
“Tolong, ajari aku hal itu..”
“Sejak kau diciptakan, apakah kau pernah sekali saja berkeluh kesah? aku, manusia, yang diciptikan lebih mulia, sering berkeluh kesah”
“O, matahari, aku kagum pada konsistensimu. Meski kau tahu suatau saat engkau akan padam”
“Bicaralah padaku, tapi aku takakan memandangmu. Aku bisa buta. Aku, manusia sadalah sebaik-baiknya ciptaan. Tapi, tetap dibatasi.”
Ajari aku..Sampai ketemu esok pagi, matahari. InsyaAllah..
Balik lagi ke 000webhost.com. Di wordpress.com nggak ada fasilitas upload theme.
Aku bikin theme lewat ini . Kemudian diotak-atik. Hasilnya sesuai dengan keinginan: simple. Oke
